Jadi ingat masa kecil. Menyenangkan. Dunia anak memang sangat menyenangkan. Di jaman aku masih kecil.... (sambil memandang ke atas mengingat-ingat masa itu) kira- kira tahun tujuh puluhan berapa gitu, di mana pada saat itu belum ada banyak saluran TV. Satu-satunya saluran TV ya TVRI yang hanya bisa dilihat dalam dua warna: hitam dan putih. Juga belum ada bermacam-macam game. Jadi permainan kami ya permainan tradisional.
Kamis, 22 Maret 2012
Rabu, 21 Maret 2012
Sekolah Kehidupan
Dalam sebuah tulisannya Anne Ahira bertanya, Tahukah anda apa perbedaan dari sekolah formal dan sekolah kehidupan? KKemudian dia menjawabnya sendiri. Perbedaan yang sangat mendasar dari keduanya adalah: kalau sekolah formal belajar dulu baru ujian, kalau sekolah kehidupan ujian dulu baru belajar.
Kali ini aku kembali merenungi kata-kata itu sambil manggut-manggut membenarkan. Iya juga ya. Setiap kita mengalami dua lembaga pendidikan itu sekaligus. Kita yang saat inipun sedang atau masih berstatus pelajar atau mahasiswa, selain mengikuti program pendidikan formal juga secara otomatis mengikuti program sekolah kehidupan.
Rabu, 14 Maret 2012
Gimana sich caranya menentukan harga Mr?
Mr atau massa molekul relative adalah massa satu mol suatu
senyawa. Mr ini dihitung dari Ar masing-masing unsure yang menyusun senyawa
itu.
Misalnya senyawa air. Rumus molekulnya H2O.
1
Molekul air terbentuk dari dua atom H dan 1 atom Oksigen.
Bila Ar H = 1 dan Ar
O = 15 maka Mr H2O adalah = (2x1) + (1x 16) = 18
Selasa, 13 Maret 2012
Unsur - senyawa (lanjutan)
Masih tentang unsure dan senyawa nih.
(yah emang di kimia yang dibahas seputar susunan dan
struktur zat sich. Jadi pembahasan tentang unsure dan senyawa ini bagi
pembelajar kimia emang sangat…. Sangat
….. penting)
Kita sudah mengenal atom, yang kata eyang Dalton merupakan
bagian terkecil dari suatu materi yang tidak dapat dibagi lagi. Atom itu
sangaaaaat kecil. Saking kecilnya kita gak bisa melihatnya dengan mata
telanjang. Dalam bentuk simbolik, kita
dapat menggambarkan atom, unsur, molekul unsure dan molekul senyawa sebagai
berikut:
Unsure :
![]() |
Molekul
unsur:
Molekul
senyawa:
Perhatikan perbedaan ketiga gambar di atas. Unsur adalah
kumpulan dari atom-atom yang sejenis. Molekul unsur adalah gabungan dari dua
atom yang sejenis. Sedangkan molekul senyawa adalah gabungan dari atom-atom
yang tidak sejenis.
Partikel Penyusun atom:
Atom disusun oleh tiga partikel dasar yaitu: proton,
electron dan netron. Proton dan netron terletak dalam inti atom, sedangkan
electron terletak di luar inti dan senantiasa bergerak mengelilingi inti atom. Dalam atom yang netral, jumlah
proton sama dengan jumlah electron.
Sedangkan jumlah netron dan jumlah proton merupakan nomer massa atom
tersebut.
Perhatikan lambing atom berikut:
Dari lambing tersebut
dapat diidentifikasi jumlah proton, electron dan netron dari besi (Fe)
Jumlah proton besi tersebut adalah 26 (sama
dengan nomer atomnya)
Jumlah electron besi tersebut adalah 26 (karena
atom netral maka jumlah electron = jumlah proton)
Jumlah netron besi tersebut = 30 (nomer massa di
kurangi nomer atom)
Di alam dikenal beberapa istilah berkaitan
dengan komposisi partikel dasar atom:
Isotop : atom-atom yang memiliki jumlah proton
sama
Isobar :
atom-atom yang memiliki nomor massa sama
Isoton : atom-atom yang memiliki jumlah netron
sama.
Contoh isotop adalah :
dan
Seperti kita ketahui, jumlah electron pada masing-masing
atom tidak sama. Elektron-elektron tersebut menempati kulit-kulit atom, dengan
ketentuan sebagai berikut:
Kulit pertama berkapasitas : 2 elektron
Kulit kedua, kapasitasnya : 8 elektron,
Kulit ketiga kapasitasnya : 18 Elektron
Kulit ke empat kapasitasnya : 32 elektron
Kulit terluar terisi maksimal 8 elektron
Dengan ketentuan diatas maka electron-elektron tersebut
mengalami pemetaan yang kita kenal dengan istilah konfigurasi electron.
Misalnya atom Kalium ,
Atom kalium tersebut memiliki 19 proton yang
berarti juga memiliki 19 elektron (ingat atom netral jumlah proton = jumlah
electron)
Konfigurasi electron
atom kalium adalah : 2] 8] 8] 1
Dari konfigurasi
electron tersebut kita dapat mengatakan bahwa atom kalium memiliki 4 kulit dan
kulit terluarnya ditempati oleh 1 elektron. Elektron yang menempati kulit
terluar ini disebut electron valensi. Maka electron valensi K = 1
Berkaitan dengan jumlah electron yang dimilikinya, atom-atom
tersebut bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu atom stabil dan tidak stabil.
Kesetabilan unsur-unsur tersebut ditentukan oleh banyaknya electron valensi.
Bila electron valensinya 8 atau maksimal, maka unsur tersebut stabil.
Sebaliknya bila electron valensi unsur kurang dari 8 maka dikatakan unsur
tersebut tidak stabil.
Unsur yang tidak stabil akan berusaha mencapai kestabilan
dengan berbagai cara, diantaranya:
Serah terima electron. Atom yang electron valensinya terlalu
sedikit cenderung melepaskan electron dan menjadi ion positif. Contohnya
Na (konfigurasinya 2]
8] 1 ) Perhatikan jumlah electron valensi yang
sangat kecil (1) Atom ini cenderung
melepaskan 1 elektron sehingga EV = 8. Karena melepaskan 1 elektron ia menjadi
bermuatan +1.
Sedangkan untuk unsur Cl tidak berlaku demikian. Nomer atom
Cl = 17. Berarti jumlah elektronnya =17.
Konfigurasi elektronnya : 2] 8] 7
Perhatikan jumlah electron valensinya, relative besar karena
mendekati angka 8. Unsur ini cenderung menangkap 1 elektron untuk “nggenepi”
electron valensinya sehingga mencapai 8 dengan cara menangkap electron dan
menjadi ion negatif (-1)
Bila dua ion yang bermuatan listrik berbeda saling mendekat
maka akan terjadi ikatan ion.
Jadi: ikatan ion
adalah Suatu
ikatan yang terbentuk karena adanya atom-atom yang menerima/melepas elektron
untuk mencapai konfigurasi stabil.
Dalam usahanya mencapai kestabilan, atom-atom tidak hanya
melakukan serah terima electron melainkan juga melakukan kerjasama dengan cara
menggunakan bersama-sama pasangan electron. Ikatan yang terbentuk karena
pemakaian bersama pasangan eektron disebut ikatan kovalen. Contoh senyawa yang
terjadi dari ikatan kovalen adalah : H2O dan CCl4
aduh... lagi-lagi obyek yang ku-insert gak nongol juga!.
selengkapnya Klik di sini
Minggu, 11 Maret 2012
Mengenal unsur dan senyawa
Mengenal Klasifikasi materi
Masih ingat apa itu materi khan? Apa coba?
Yup, materi adalah sesuatu yang memiliki massa dan
menenmpati ruang. Artinya segala sesuatu yang memiliki dua besaran penting itu
(massa dan volum) bisa dikategorikan sebagai materi. Batu adalah materi, air
adalah materi, besi adalah materi. Udara juga materi, karena udara juga
memiliki besaran massa (bisa diukur massanya) dan volume (bisa diukur
volumenya)
Berdasarkan wujudnya, materi dibedakan menjadi tiga yaitu
padat, cair dan gas.
Selain
itu materi juga diklasifikasikan menjadi zat tunggal dan campuran. Untuk lebih
jelasnya, perhatikan skema di bawah ini.
Unsur adalah
materi yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi
bentuk yang lebih sederhana melalui reaksi kimia biasa.
Contoh unsure adalah : Hidrogen (H), Nitrogen (N), Oksigen
(O), Besi (Fe, Tembaga (Cu), Phospor (P) dan lain sebagainya
Senyawa adalah zat tunggal yang dapat diuraikan lagi menjadi
bentuk yang lebih sederhana melalui reaksi kimia.
Contoh Senyawa adalah: garam, gula, urea, alcohol, air aki
dan lain sebagainya
Larutan adalah : Campuran homogen
antara dua zat atau lebih dimana partikel-partikel dari komponen-komponen
penyusunnya tersebar secara merata
Koloid adalah campuran antara dua zat atau
lebih yang homogeny tetapi tidak stabil. Hal ini disebabkan karena molekul zat
terdispersinya ukurannya realtif besar (lebih besar dari molekul zat terdispersi
pada larutan tetapi lebih kecil dari pada suspense)
Suspensi adalah campuran dimana ukuran
partikel terdispersinya sangat besar sehingga campuran ini tidak stabil dan
mudah terlisah menjadi zat penyusunnya.
Bagian terkecil dari unsure adalah atom.
Dikenal lambing atom seperti kromium (Cr), perak (Ag), tembaga (Cu), dan besi
(Fe) dan masih banyak yang lain. Penulisan lambing atom tersebut diambil dari
huruf depan nama latinnya. Misalnya Fe dari Ferum (nama latin besi).
Menurut Dalton: Atom adalah bagian terkecil
dari unsure (zat) yang tidak dapat dibagi lagi. Teori ini dikenal dengan teori
atom Dalton
Menurut Dalton dalam reaksi kimia terjadi
reka ulang atom-atom membentuk senyawa. Bila atom memiliki lambing yang dikenal
dengan lambing atom, maka senyawa memiliki rumus kimia. Rumus kimia ini
memberikan informasi yang penting tentang unsure penyusun dan komposisi unsure-unsur
tersebut dalam senyawa.
Beberapa contoh rumus kimia adalah :
H2SO4
= rumus kimia asam sulfat
NaCl =
rumus kimia garam dapur
CaCO3 – rumus kimia dari Kalsium Karbonat
Beberapa logam dapat membentuk lebih dari
satu senyawa karena logam tersebut dapat membentuk lebih dari satu ion.
Misalnya besi (Fe). Besi ini dapat membentuk dua jenis ion yaitu Fe2+
dan Fe3+.
Bila Fe2+ membentuk senyawa dengan oksigen ia
akan menjadi Besi (II) Oksida rumus kimianya FeO
Bila Fe3+. membentuk senyawa
dengan oksigen ia akan membentuk Fe(III) Oksida rumus kimianya Fe2O3
Rumus kimia itu unik. Dari sebuah rumus kimia kita bisa
mengetahui jenis dan jumlah masing-masing unsure dalam setiap molekulnya:
Pada molekul asam sulfat yang rumus kimianya : H2SO4, kita dapat
mengetahui bahwa dalam satu molekulnya terdiri dari tiga jenis unsure yaitu :
Hidrogen (H), Belerang (S) dan Oksigen (O).
Bila ada 2 molekul Asam sulfat yang lazim ditulis 2 H2SO4
, maka dapat diidentifikasi bahwa di situ terdapat 4 atom H, 2 atom S dan
8 atom O.
note:
eh ternyata setelah diposting, skemanya nggak muncul ya.
untuk kalian yang ingin mendapatkan file lengkapnya bisa di sini
eh ternyata setelah diposting, skemanya nggak muncul ya.
untuk kalian yang ingin mendapatkan file lengkapnya bisa di sini
Jumat, 09 Maret 2012
Minggu Penting, Minggu Ketiga bulan Maret
Begitu pentingkah minggu ketiga bulan ini, sampai-sampai
kegiatannya harus di up load?? Yap!! Sangat penting. Super penting, terutama
bagi siswa kelas XII dan siswa kelas XI.
Untuk siswa kelas XI, karena minggu ini kalian akan
mengikuti Ujian Akhir Semester Genap.
Tiga bulan lebih awal dari jadwal kelas X, karena setelah ini kalian
akan mengikuti program prakerin. Harus
dipersiapkan dengan baik ya! Hasil ujian kalian ini nanti akan menjadi dasar
pertimbangan yang sangat penting apakah kalian nanti berhak naik tingkat atau
tidak. Jadwal UAS sudah di temple di
tempat-tempat yang sangat strategis.
Maka cermati dan perhatikan baik-baik. Hari ini (Sabtu, 10 Maret 2012)
kalian sudah bisa mengambil nomer ujian.
Minggu, 22 Januari 2012
Mengapa Try Out Tak Banyak Membantu?
Setiap kali akan dilakukan ujian, selalu dilaksanakan Try Out. Tetapi selama ini mungkin sebagian besar calon peserta UN tidak mendapatkan banyak manfaat dari Try Out. Try Out seperti ulangan harian. Kalau sempat, belajar! kalau tidak sempat ya tidak. Yang penting ikut Try Out. Dan begitu mendapatkan hasilnya, kalau bagus ya syukur kalau tidak bagus yah tidak apa-apa. Toch masih Try Out belum UN yang sebenarnya.
Dengan cara berpikir seperti itu, maka tak heran bila kemudian Try Out hanya sekedar berlatih mengerjakan soal. Tak Lebih dari itu. Tidak membuat kalian lebih siap menghadapi UN yang sebenarnya. Padahal, kalau ditilik dari tujuannya, Try Out didesain sedemikian rupa sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan calon peserta UN hingga dapat mencapai prestasi maksimal.
Seperti namanya, Try Out adalah uji coba pelaksanaan UN. Soal-soal yang diujicobakan didasarkan pada SKL atau kisi-kisi UN. Sehingga capaian Try Out dapat digunakan oleh calon peserta UN untuk merefleksi, kompetensi mana yang sudah dikuasai dengan baik dan mana kompetensi yang belum dikuasai.
Jadi, Try Out sebetulnya adalah alat yang cukup efektif untuk mengoptimalkan belajar, asal:
Jadi, Try Out sebetulnya adalah alat yang cukup efektif untuk mengoptimalkan belajar, asal:
- Try Out dispersiapkan sebaik mungkin. Kalau ingin menakar kemampuan diri yang sebenarnya, ya harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tanpa mempersiapkan diri dengan baik, hasil Try Out tidak bisa disebut hasil yang sebenarnya. Kalau hasilnya bagus sih tidak masalah. Tapi kalau hasilnya jelek, (dan umumnya emang jelek, he….he….he) kalian akan berdalih: habis aku nggak belajar kok. Coba aku belajar mungkin hasilnya lebih baik dari itu. So.... mana donk kemampuan yang sebenarnya? Ketipu kan? Lebih tepatnya tertipu oleh kebodohan diri sendiri.
- Soal Try Out dikerjakan sendiri , atas kemampuan sendiri. Artinya nggak dikerjakan dengan cara nyontek sana nyontek sini. Bukan pula dengan minta bantuan teman. Cobalah pikir baik-baik. Apa sih yang kalian harapkan dari menyontek dan minta bantuan teman itu? Nilai bagus? Untuk apa? Secara administratif nilai Try Out tidak akan dipertimbangkan menjadi nilai rapot, tidak akan mempengaruhi kelulusan dan tidak diperhitungkan dalam pemerolehan NA sebagai penentu kelulusan kalian. Maka apa untungnya nyontek atau minta bantuan teman. Tidak!! Tidak ada untungnya. Yang ada malah rugi. Kenapa? Karena hasil Try Out yang kalian peroleh dengan cara menyontek dan minta bantuan teman, tersebut adalah nilai palsu. Kalau nilai kalian bagus, kalian akan merasa pongah dan mungkin akan lupa diri. Mungkin kalian berpikir: nilai Try Out kan bagus, berarti UN nanti juga pasti bagus. Akibatnya kalian akan lupa belajar dan bisa dipastikan kalian nilai UN kalian nanti jatuh.
- Hasil Try Out dianalisa. Soal yang kalian jawab salah berarti kompetensinya kurang kalian kuasai. Artinya kalian harus belajar lebih keras lagi untuk menguasai kompetensi tersebut. Untuk itu, cocokkan jawaban salah dan jawaban benar kalian dengan SKL atau kisi-kisi yang kalian miliki. Dengan mengetahui jawaban salah, kalian akan tahu kompetensi yang belum kalian kuasai. Dengan mengetahuinya, kalian dapat dengan mudah membuat program perbaikan diri. Belajar lebih giat lagi. Bertanya kepada guru dan kalau perlu minta dijelaskan ulang untuk kompetensi tersebut. Browsing di internet dan lain sebagainya.
Karenanya, agar Try Out nanti dapat membantu kalian mencapai hasil maksimal, lakukan tiga hal di atas: Mempersiapkan diri dengan baik, jangan nyontek atau minta bantuan teman dan lakukan analisa pada hasil Try Out nanti.
Untuk jadwal Try Out unduh disini
Yang pengen tahu jadwal pengawas ruang disini ngunduhnya
sedangkan kode pengawas ruang, disini
Selamat berjuang!!
Langganan:
Postingan (Atom)